News Update :
Powered by Blogger.

BlackBerry

Camera

Cell Phone

Games

Showing posts with label Jenis rumput laut. Show all posts
Showing posts with label Jenis rumput laut. Show all posts

Rumput Laut Eucheuma Cottonii

Tuesday, November 30, 2010


Rumput laut Eucheuma cottonii mempunyai ciri-ciri yaitu thallus silindris, percabangan thallus berujung runcing atau tumpul, ditumbuhi nodulus (tonjolan-tonjolan), berwarna cokelat kemerahan, cartilageneus (menyerupai tulang rawan atau muda), percabangan bersifat alternates (berseling), tidak teratur serta dapat bersifat dichotomus (percabangan dua-dua) atau trichotomus (system percabangan tiga-tiga) Rumput laut Eucheuma cottonii memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesa. Oleh karena itu, rumput laut jenis ini hanya mungkin dapat hidup pada lapisan fotik, yaitu pada kedalaman sejauh sinar matahari masih mampu mencapainya. Di alam, jenis ini biasanya hidup berkumpul dalam satu komunitas atau koloni (Jana-Anggadiredjo, 2006).

Eucheuma cottonii tumbuh di rataan terumbu karang dangkal sampai kedalaman 6 m, melekat di batu karang, cangkang kerang dan benda keras lainnya. Faktor yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan jenis ini yaitu cukup arus dan salinitas (kadar garam) yang stabil, yaitu berkisar 28-34 per mil. Oleh karenanya rumput laut jenis ini akan hidup baik bila jauh dari muara sungai. Jenis ini telah dibudidayakan dengan cara diikat pada tali sehingga tidak perlu melekat pada substrat karang atau benda lainnya (Jana-Anggadiredjo, 2006).

Jana-Anggadiredjo, 2006. Rumput Laut. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rumput Laut di Indonesia Yang Memiliki Nilai Ekonomi Tinggi

Menurut Taurino-Poncomulyo (2006) beberapa jenis rumput laut yang terdapat di Indonesia dan memiliki nilai ekonomi tinggi adalah:
1. Rumput laut penghasil agar-agar (agarophyte), yaitu Gracilaria, Gelidium, Gelidiopsis, dan Hypnea.
2. Rumput laut penghasil karaginan (carragenophyte), yaitu Eucheuma spinosum, Eucheuma cottonii, dan Eucheuma striatum.
3. Rumput laut penghasil algin, yaitu Sargasum dan Turbinaria.

Jana-Anggadiredjo, 2006. Rumput Laut. Penebar Swadaya, Jakarta.

Pigmen dalam rumput laut

Thursday, November 18, 2010

Menurut Laode (1998) pigmen yang terdapat dalam thallus juga dapat digunakan untuk membedakan berbagai kelas. Perbedaan warna menimbulkan adanya ciri alga yang berbeda seperti alga hijau, alga cokelat, alga merah dan alga biru. Namun pada kenyataannya terkadang sulit menentukan salah satu kelas hanya berdasar pada warna thallus. Perubahan warna sering terjadi hanya karena faktor lingkungan yang berubah. Kejadian ini merupakan proses modifikasi yaitu perubahan bentuk dan sifat luar (fenotip) yang tidak kekal sebagai akibat pengaruh lingkungan seperti iklim dan letak perairan yang relative cukup besar. Pigmen yang menentukan warna antara lain klorofil, karoten, fikoeritrin dan fikosianin.

#Laode-Aslan, 1998. Budidaya Rumput Laut. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Taksonomi Rumput Laut

Secara taksonomi, rumput laut dikelompokkan ke dalam Divisio Thallophyta. Berdasarkan kandungan pigmennya, rumput laut dikelompokkan menjadi 4 kelas (Jana-Anggadiredjo, 2006), yaitu:
1. Rhodophyceae (ganggang merah)
2. Phaeophyceae (ganggang cokelat)
3. Chlorophyceae (ganggang hijau)
4. Cyanophyceae (ganggang biru-hijau)

#Jana-Anggadiredjo, 2006. Rumput Laut. Penebar Swadaya, Jakarta.

iPad

Tablet PC

 

© Copyright Gadget News and Reviews 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.